Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2021

KESEKARATAN MENUJU DAMAI

 

KESEKARATAN MENUJU DAMAI

 

Telaga tak berisi

Kekhilafan rasa menggerus pikir

Hati yang terkikis

Luka pada dinding rindu

Bila ada atau tak ada

Kamu adalah perih

Sakit

Penghantar kesekaratanku menuju damai

 

By Segal24

23/01/2018

 

Kamis, 18 November 2021

Hembusan Cinta

Hembusan Cinta

Cintaku seperti hembusan

Yang menyeka keringat di keningmu

Yang mengayunkan rambutmu kian kemari

Yang menyesah kulitmu tatkala terik

Yang mengorek matamu dalam tangis

Yang mengelitik telingamu tatkala mendengar

Yang mengembangkan parumu bila nafasmu

Aku hembusan yang merasa tanpa kau sadari

Aku Ingin berhembus hingga hantarmu terlelap

Bersama

 

By Segal24

30/01/2018 

ZIARAH BATHIN

ZIARAH BATHIN

[ishamzah]

Rembulan ikhlas melukis indah

Wajah malam Pulang sejenak

Menyusur relung Mengetuk pintu

Melapang rasa

 

Kobar api cinta

Beri cahya tapak nurani

Padam bara dusta

Singkir duri nista

Potong rumput iri temali dengki

Yang menjalar Di Pusara Jiwa

 

Kupang (18/06/2019)

REMBULAN MERAH DARAH

 REMBULAN MERAH DARAH


Terpanaku akan rembulan merah darah

Seperti mata seorang pendendam rindu

Seperti hati sang pawang sepi

Seperti lara si penenun cinta

Seperti noda lembar risalah kalbu

Seperti ludah pemuntah janji


by segal24
01/02/2018;23.21

SEBELUMNYA


Sesuatu sedang terjadi
Dan itu telah terjadi sebelumnya
Rasanya baru muncul seperti kecapan sebelumnya
Wanginya baru tercium seperti aroma sebelumnya
Iramanya baru berbunyi seperti alunan sebelumnya
Syair-syairnya baru tercipta seperti lantunan sebelumnya
Kita baru berjua seperti ribuan tahun kita berpadu sebelumnya
Kita baru saling menatap seperti beratnya rindu karena terpisah berwindu-windu sebelumnya
Kita baru saling menyapa
Seperti ribuan pengalaman yang tlah kita lewati bersama sebelumnya
Kita baru saling tersenyum seperti banyaknya tawa yang kita ciptakan sebelumnya
Kau takdir aku
Sebelumnya

By Segal24

Kau Hampaan Aku

 Kau Hampaan Aku

Lalui aku tapak kaki yang telah pudar
Tersisa setitik sidik rindu bermetamorfosa dalam rupa perih
Resah yang tersapih oleh sayatan syukur
Semilir angin ku hisap obati pahitnya masa kelam
lalu kuhembuskan ia pergi dalam hampa
Pergilah kau kemana seharusnya
Dalam ketiadaan di mana indrapun tak berfungsi

by Segal24

SEMUA POSTINGAN

TUGAS PROYEK MENJAGA KEUTUHAN NKRI